[Oneshoot] Enemy Become Love

image

Author : viesayoonaddict
Genre : romance, sad(?), dll
Cast :
– Im Yoon Ah
– Lee Donghae
Other Cast :
– cari sendiri >.<

Note : ini sebelumnya sudah pernah di share di wattpat author( http://wattpad.com/user/salsabilla_zurid/ )

Annyeong haseyo… Ini adalah FF pertamaku… maap banget kalau typo atau terlalu singkat atau apalah…. kumohon.. yg sudah baca tinggalkan jejak di FF ini
Happy Reading >.<

Donghae POV.

Dengan langkah perlahan aku melewati lorong-lorong kampus. Dapat aku lihat, beberapa gadis menatapku dengan binar. Aku tau aku tampan. Tapi, tidak perlu kalian menatapku seperti itu. Okey. Perkenalkan, namaku Lee Donghae. Umurku 22 tahun. Aku kuliah mengambil jurusan Music. Yeah, aku suka music.

Saat sampai didalam kelasku, aku disambut oleh teman Gankku yaitu Kyuhyun, Siwon, Eunhyuk, Leeteuk, Jessica dan Taeyeon. Jessica adalah kekasih dari Siwon, dan Taeyeon adalah kekasih dari Dad kami, Leeteuk. Tunggu, Sepertinya ada yang kurang? Oh ya. Gadis itu. Tumben ia tidak ada di depan kelas? Apa peduliku?

“Hae-ah, you late. Kami baru saja menghabiskan Cake buatan Taeyeon. Dan kau tahu siapa yang menghabiskan Cake paling banyak?” tanya Kyuhyun padaku. Tanpa ia bertanya, akupun sudah tahu itu.

“aku tau hyun, itu pertanyaan yang tidak harus aku jawab bukan?” aku duduki bangku kosong tepat disebelah Kyuhyun. Aku menatap Eunhyuk dengan senyum mengejek.

“bisakah kalian diam.” ujar Eunhyuk sedikit kesal. Dia ini, sifatnya tidak pernah berubah, tetap seperti anak kecil.

Tidak lama setelah itu, pelajaran awal kamipun tiba. Yang mengajar kali ini adalah Mr. Shin. Aku sebenarnya tidak terlalu suka dengan guru yang satu ini. Orangnya galak, bagaikan seorang eomma yang memarahi anaknya. Huh, kenapa ia harus masuk kuliah untuk mengajar? Kenapa dia tidak pergi saja. Membosankan sekali.

.
.

Yeah, tidak terasa. Sekarang sudah waktunya istirahat. Kebetulan sekali, kali ini aku sangat lapar. Tapi jika aku keluar dari kelasku ini aku akan bertemu dengan si gadis gila itu. Dia adalah Im Yoon Ah. Dia itu seperti orang yang tidak memiliki pekerjaan lain, selalu saja mengikutiku. Aku akui dia cantik, tapi dengan sifatnya itu yang terbuka alias suka mengungkap perasaan dengan tidak tahu malu, itu yang membuat aku membencinya.

“kau tidak ikut, Hae?” tanya Leeteuk padaku.

“umm.. arra. Kali ini aku ikut dengan kalian.” ucapku pelan. Mungkin ucapanku nyaris tidak terdengar oleh Leeteuk jika saja ia tidak mendekati telinganya ke bibirku.

Aku lihat, Leeteuk hanya membalas singkat ucapanku dengan senyumnya, setelah itu ia pergi menghampiri Taeyeon dan berjalan kekantin beriringan dengan yang lain.

Tepat saat aku didepan pintu kelasku, tiba-tiba muncul seorang yeoja yang mengagetkanku. Ya Tuhan, dia lagi.

“hai, chagi. Mau kekantin? Kita jalan bersama ya.” ucapnya dengan manja.

Tidak aku pedulikan yeoja itu. Kembali aku berjalan dan berdiri tepat diantara Kyuhyun dan Eunhyuk. Dapat aku lihat wajah cemberut mereka. Tidak aku pedulikan, yang penting sekarang gadis itu tidak ada disampingku.

“hei, chagi. Kenapa kau mendiamiku? Apa kau ngambek karena tidak aku bawakan bekal? Mianhae, chagi. Aku lupa. Tadi aku bangunnya kesianggan, jadi lupa memasak deh. Hehe.” aku dengar suara seorang yeoja dari arah samping Kyuhyun.

Aish, dengan cara apa lagi aku harus menyingkirkannya. Apa aku harus membunuhnya? Itu tidak mungkin Donghae. Jangan bodoh.

Saat aku tiba dikantin, aku berjalan kearah tempat penjual Burger. Aku memesan satu. Tiba-tiba, muncul seorang gadis disampingku dan memesan yang sama sepertiku. Astaga, yeoja ini benar-benar. Saat pesananku selesai, langsung saja aku tinggalkan gadis itu yang terus saja memanggil namaku.

“tidak perlu cemberut, Hae. Wajahmu jadi terlihat jelek.” ucap Eunhyuk yang tiba-tiba saja muncul dan duduk tepat disampingku. Tidak aku tanggapi ucapannya itu, kembali aku menyantap makananku.

“hei, chagi. Ini aku belikan kopi untukmu.” aku dengar sebuah suara gadis yang tidak asing lagi ditelingaku. “aku duduk disini ya, chagi.” Yeoja itu menduduki bangkunya, tepat di sebelah kiriku. Apa ia tidak punya malu? Semua temanku menatapnya aneh. Dalam sejarah selama aku hidup. Kau adalah musuh terberatku yang sangat sulit aku musnahkan, Im Yoon ah.

.
.

Huh.. Aku rebahkan tubuhku diranjang tidurku. Aku baru saja pulang dari kampusku. Sungguh melelahkan.

Aku ambil Handphoneku yang berada di saku celanaku, aku tekan tombol On dan, BUAH… its Crazy.. Ada 20 Inbox dan 41 Miscall. Semua dari Im Yoon Ah.

Aku buka pesan itu satu persatu. Smsnya tidak ada yang penting. Dia menghabis-habiskan pulsa saja.

From : My Enemy

Chagi, sudah sampai dirumah belum?

From : My Enemy

Chagi, sudah makan?

From : My Enemy

Chagi, kok telponku tidak diangkat?

From : My Enemy

Chagi, balas smsku.

From : My Enemy

Chagi, bogoshipoyo.

Dan lain-lain. Banyak sekali Smsnya. Aku capek. Lebih baik aku mandi dulu setelah itu tidur.

.
.

Pagi yang begitu indah dan segar. Kicauan burung terdengar ditelingaku. Yeah, sekarang adalah hari libur. Hari dimana aku bebas dari gadis itu. Eit, tapi kadang ia tetap datang kerumahku hanya untuk bertemu denganku dan pastinya mengganggu aku lagi.

Hari ini dirumah hanya ada aku sendiri. Eomma dan Appaku pergi ke Kanada untuk mengembangkan bisnisnya sedangkan adik dan kakakku, mereka menginap dirumah teman mereka. Dengan malas aku menuruni tangga dan kedapur, dapat aku lihat sepiring nasi ada dimejaku. Aku tidak tinggal sendiri disini, aku tinggal bersama bibi shin yang bekerja dirumahku. Dia ini adalah orang kepercayaan keluargaku.

Tok. Tok. Tok.

Dapat aku dengar ketukan pintu rumahku. Huh..!! Siapa sih yang datang dipagi ini dan, Bibi shin kemana lagi? aish.. terpaksa aku yang buka pintunya.

“Siap-” belum selesai aku melanjutkan kata-kataku. Aku dikejutkan dengan datangnya Teman-temanku. Ah, mereka memang selalu seperti ini. Datang tidak diundang. Awas saja mereka membuat rumahku kotor lagi, akan aku bejek kalian o.0. Dengan agak malas, aku mempersilahkan mereka masuk. Suasana bising terdengar dirumahku seketika. Huh! baiklah. Kali ini aku akan biarkan kalian berisik, asal tidak mengacaukan rumahku.

“eh? kalian…” terdengar suara yang tidak asing bagiku, siapa lagi kalau bukan bibi shin. “kenapa tidak bilang-bilang kalau mau kerumah? Ahjumma belum beli snack. persediaan rumah sudah habis.” lanjut bibi shin.

Dapat aku lihat wajah Eunhyuk berubah masam. Haha. Dasar. Kerjaannya kerumahku hanya mengincar makanan? Hyuk, Hyuk, Yang sabar yah.

“Hei, wajahmu tidak perlu masam, eunhyuk.” aku tepuk punggungnya sambil tertawa kecil.

“yasudah. Kalau begitu ahjumma ke super market dulu, kebetulan ingin beli bahan makanan yang sudah kosong dilemari. Ada yang ingin menitip?” ucap bibi shin.Dapat aku lihat expresi wajah eunhyuk langsung cerah.

“ak-“

“tidak ada bi.” jawabku cepat. Aku tidak ingin eunhyuk merepotkan bibiku. Menitipkan banyak makanan. Sungguh merepotkan.

“hei. Aku ingin menitip donghae.” ucap eunhyuk kesal.

“kalau begitu, ikut dengan bibiku. Jangan merepotkannya.”

“akukan tamu.”

“aku tidak peduli.” ucap donghae tidak acuh.

Eunhyuk dengan perasaan kesal bangkit dari Sofa dan berjalan beriringan dengan Bibi shin. Aku yang melihat itu hanya menahan tawa. Aku lihat, yang lain juga ber-expresi sama sepertiku. Tidak tau karena apa, aku sangat senang ngerjainya, membuatnya kesal itu bagaikan hiburan tersendiri. Eunhyuk, kau itu terlalu polos untuk seorang pria seusiamu.

“Donghae, kau ini selalu saja membuat keributan dengan Eunhyuk.” ucap Siwon diselingi tawa kecilnya. Aku hanya membalas ucapannya dengan senyum tipis.

Tok. Tok. Tok.

Terdengar ketukan pintu rumahku. Cepat sekali mereka pulang. Dengan agak malas aku bangkit dari dudukku, berjalan kearah pintu dan.. DIA LAGI… Oh My God..

“hei, chagi. boleh aku masuk? Gomawo.” tanpa menunggu jawabanku ia menyelonong masuk kerumahku. Astaga…yeoja ini benar-benar mengganggu.

“hei.” aku lihat, ia menyapa teman-temanku yang menatapnya kaget. Huh! Yeoja ini membuat Moodku menjadi jelek.

“Im Yoon Ah?” ucap Kyuhyun lalu menatapku bingung. Aku hanya membalas tatapannya dengan mengangkat bahuku kesal. Ya Tuhan, kapan gadis gila ini akan musnah?

“hei, chagi. kenapa melamun? sini masuk.” Hei… yang seharusnya menawarkan kau masuk itu aku, bukan KAU. “ayok, aku membawa makanan buat kalian. kebetulan aku bawa banyak makanan.” ujarnya lalu memberi aku sebuah kotak Cake yang cukup besar. Aku memandang sekilas kearah kotak Cake itu lalu tersenyum sinis.

“aku tidak perlu itu.” bicaraku dingin.

“aish. Ambil saja. Tidak perlu malu-malu.” Ia menyodorkan Kotak Cake itu ke hadapanku.

Sudah cukup. Kesabaranku sudah habis. Aku sudah tidak kuat dengan tingkahmu Im Yoon Ah. Dengan reflek aku menepis Kotak Cake yang ada ditangannya membuat kotak itu terjatuh ke lantai. Isi dari kotak itu berhamburan keluar.

Author POV.

Yoona, ia hanya menatap nanar Cake yang ia bawa. Hasil kerja kerasnya hancur seketika. Sakit hatinya. Bayangkan saja, Seorang yeoja sudah membuat Cake itu sendiri dari pagi hanya untuk orang yang ia cintai. Tapi… Kerja kerasnya hanya dianggap sampah yang tidak ada apa-apanya.

Yoona mendongakkan wajahnya menatap donghae nanar. Air matanya sudah menumpuk di matanya. “kau jahat oppa. Kenapa kau tidak menerima Cake ini? apa kau tau. Aku membuat ini dengan tanganku sendiri. Tidak ada campur tangan siapapun. Kau boleh membenciku, Tapi hargailah kerja kerasku. Terima Cake itu. Kau sudah sangat keterlaluan Oppa.” bentak Yoona dengan air mata yang sudah membanjiri wajahnya.

Donghae hanya mematung melihat pemandangan didepannya. Ini adalah pengalaman pertamanya melihat Yoona menangis. Seorang yeoja yang sudah baik dengan dirinya, tapi ia malah menganggap remeh gadis itu. Apa itu sangat keterlaluan?.

“Okey kalau itu maumu.” dihapusnya air mata yang mengalir dipipinya dengan punggung tangannya. “aku pergi dulu.” bicara Yoona dingin lalu pergi meninggalkan kediaman donghae.

‘apa aku sudah keterlaluan?’ batin Donghae. Ditatapnya satu persatu temannya yang duduk disofa. Mereka terbengong melihat itu. Sungguh, Ini seperti sebuah Drama.

Donghae, ia hanya menatap punggung Yoona yang makin lama menjauh dan menghilang dibalik pintu. Ada rasa bersalah dihatinya. Ingin ia mengejar, tapi ia terlalu gengsi melakukan itu. Perasaannya kali ini campur aduk. Kesal, jengkel, sedih, menyesal, semua menjadi satu.

Dengan langkah kesal, ia berjalan meninggalkan teman-temannya. Menaiki tangga dan membanting pintu kamarnya. Dibaringkannya tubuhnya pada ranjang tidurnya. Bayang-bayang kejadian tadi terus berputar-putar dikepalanya.

.

Diruang tamu. Suasana terasa sunyi. Tidak ada yang mau membuka suara. Tidak lama setelah itu, pintu rumah terbuka dan munculah Eunhyuk dan Bibi Shin sambil membawa belanjaannya.

“hei. aku ba..” ucapan Eunhyuk terhenti saat melihat kotak Cake yang ada di lantai. “Cake? ini ada cake. Kenapa kalian buang? kalau kalian tidak maukan bisa buat aku. Aku bisa kok memakannya sendiri. Aish.. Sayang sekali.” keluh Eunhyuk. ditatapnya nanar Cake itu lalu mencoleknya dan menjilatnya.

“Hei.. Jorok sekali kau ini.” Ucap Kyuhyun menatap jijik Eunhyuk.

“eh? Donghae dimana?” tanya bibi shin.

Tidak ada yang menjawab. Mereka saling menatap satu sama lain lalu mengalihkan tatapannya kearah lain. Eunhyuk hanya mematap teman-temannya heran, dikerutkannya dahinya.

“ada apa ini? pasti ada yang kalian sembunyikan dariku.!!” ucap Eunhyuk sambil menatap satu persatu temannya. Tidak ada tanggapan.

Leeteuk yang sadar dengan situasi bangun dari duduknya, diikuti yang lain. “baiklah. Ahjumma.. Kami pulang dulu. permisi.” Ucap Leeteuk lalu memimpin jalan.

Kyuhyun yang melihat Eunhyuk menatap bingung kearahnya langsung saja menarik Eunhyuk tanpa memperdulikan Cibiran Eunhyuk.

“ada apa sih? pasti kau menyembunyikan sesuatu dariku.” bisik Eunhyuk pada Kyuhyun. “bisa kau beri tahu aku? nanti kau akan aku beri Snack.” lanjutnya. Tidak ada tanggapan.

“yasudahlah.” keluh Eunhyuk lalu menaiki mobilnya.

.
.

Yoona POV.

Keterlaluan, dia benar-benar sudah kelewatan. Aku tahu selama ini ia membenciku, tapi.. Bisakah ia menghargai kerja kerasku? Tidak aku sangka sifat kau akan sangat keterlaluan padaku. Okey, selama ini aku bisa sabar pada dirimu Oppa, kali ini aku sudah tidak tahan. Karena itu kemauanmu, aku akan hilang dari hidupmu. Aku janji padamu.

Aku percepat laju mobilku menuju rumah. Tidak aku pedulikan resiko jika mempercepat mobil diatas maximal. Yang aku pikirkan saat ini adalah.. Menghilang.

.

Keesokan harinya, seperti biasa aku akan pergi kuliah. Tapi kali ini ada yang berbeda dari diriku. Penampilan. Yap, aku kembali kewujudku yang tomboy dan cuek. Aku merubah penampilanku, membuang Yoona yang dulu, yang selalu orang anggap rendahan. Beberapa orang menatapku heran, tidak aku pedulikan itu. Dengan penampilan rambut diikat kuda, mengenakan baju kaos Hitam dan celana Jeans yang agak longgar.

Saat aku berjalan melewati kelas Donghae, aku tatap sekilas ke dalam kelasnya. Donghae Oppa belum datang. Huh, baguslah kalau begitu. Kelasku memang harus melewati kelas Donghae Oppa. Yah.. jadi untuk beberapa hari ini aku akan terlihat olehnya. Tapi, tunggu saja beberapa hari kedepan, kau tidak akan pernah melihat sosokku lagi.

Dengan langkah santai, aku masuki kelasku. Tidak aku pedulikan tatapan bingung dari teman sekelasku.

“hei. Are you Im Yoon Ah? Wow. kau kembali ke wujudmu, Yoona.” ucap Sunny.

Tidak aku pedulikan ucapannya. Aku duduki bangkuku dan menaruh tasku diatas meja. Sunny, gadis ini cukup dekat denganku. Walau ia adalah gadis yang bawel, tapi ia gadis yang baik dan ramah.

.
.

Jam istirahat pun tiba. Tidak terasa. Cepat sekali bell ini berbunyi. Akupun berjalan keluar menuju kantin. Dan ini sangat kebetulan. Tepat saat aku berdiri didepan pintu Kelasku, Donghae dan teman-temannya lewat. Aku menghentikan langkahku sebentar, membiarkan mereka berjalan terlebih dahulu. Dapat aku lihat, Donghae oppa melirik kearahku. Aku balas lirikannya dengan tatapan dingin. Cih, baru sekarang kau mau melirikku. Baru sekarang kau merasa bersalah. Baru sekarang kau menyesal Oppa.

Setelah mereka melewati kelasku, akupun melangkah ke arah kantin. Ah.. sebenarnya aku rindu pada Donghae. Dia tampan sekali, hari ini ia menggunakan pakaian sederhana, sama sepertiku. Yang membedakan hanya jaketnya, ia mengenakan jaket, sedangkan aku tidak. Ingin aku hampiri ia dan merangkul tangannya. Oh.. Ani, Ani. Kau tidak boleh menyerah Yoona, Jauhi dia.

Sesampainya dikantin, aku langsung memesan Kentang goreng dan Jus Jeruk. Sekilas, aku melihat donghae yang sedang menatapku dari kejauhan. Tidak aku pedulikan tatapan itu lalu berjalan ke meja kantin yang jauh dari tempatnya.

“boleh aku duduk disini?” tiba-tiba terdengar suara berat dari arah kananku. Dia seorang namja.

“Ne.” ucapku lalu sedikit menggeser tubuhku agar ia mendapat tempat.

Donghae POV.

Dari sini aku bisa melihat Yoona yang sedang duduk bersama seorang namja. Aku tidak kenal ia siapa. Jujur, tidak tau karena apa aku kesal melihatnya bersama pria itu. Apa aku cemburu? itu tidak mungkin.

********

1 Minggu Kemudian…

Sudah seminggu ini, yoona menjauhiku. Ada rasa kehilangan dalam diriku. Mungkin karena aku sudah terbiasa dengan kehadirannya. Beberapa kali teman Gankku menanyakan kondisiku, dan aku hanya menjawab. ‘Gwaenchana’. Seminggu ini aku lihat, Yoona dekat dengan seorang Pria yang satu Jurusan dengannya.

“aku tau, kau pasti saat ini sedang memikirkan Yoona.” terdengar suara tidak asing dari arah sampingku. Kyuhyun. “jangan mengelak, Hae.” lanjutnya.

Aku hanya diam, tidak aku tanggapi ucapan Kyuhyun.

“Apa kau tau! Yoona hari ini akan pergi ke Jepang. Nanti siang jam penerbangannya. Sekitar jam 1 siang.” Mwo? Yoona ke Jepang?

Aku tatap wajah Kyuhyun dengan tatapan tidak percaya. Tidak mungkin. “aku tidak peduli.” ucapku tidak tulus.

“Hei, Jangan munafik, Hae-ah. Aku tahu, Kau merindukan yoonakan? Dia akan menetap disana.” ucap Kyuhyun lalu melihat jam tangannya. “sekarang jam 12 siang. Cepat susul dia, Hae. Jangan sampai menyesal.” lanjutnya dengan berbisik.

Entah setan apa yang merasuki tubuhku. Dengan cepat aku bangkit dari dudukku. Meloncati meja yang ada didepanku lalu mengambil asal Jaketku yang ada dimeja.

“Oppa. Mau Kemana?” aku dengar teriakan Taeyeon. Tidak aku pedulikan, yang ada dipikiranku saat ini adalah, Im Yoon Ah.

.
.

“Mr. Kita ke bandara.” ucapku saat didalam Taxi.

Sesekali aku melihat jam tanganku untuk memastikan aku tidak terlambat. “Mr, Bisa kau percepat.” Ucapku sambil menepuk senderan bangku sang supir. 30 menit lagi. Jika aku terlambat, aku akan benar-benar kehilangannya. Tapi.. Mwo.. Tiba-tiba saja macet terjadi di jalan. Aish. Kalau begini aku bisa kehilangannya.

“ini Mr. uangnnya. Tidak usah kembalian..” ucapku dan segera keluar dari Taxi.

Untung jarak Taxi dan bandara tidak terlalu jauh. Aku berlari menuju bandara. Moga aku tepat Waktu. Yoona, kumohon… Tunggu aku. Arra, sepertinya aku harus jujur kali ini. Sepertinya aku telah jatuh cinta pada kau, Yoona. Kau berhasil membuatku jatuh cinta padamu.

Sesampainya dibandara, aku langsung mengedarkan pandanganku ke seluruh sudut bandara. Aku cari dia. Aku sadar, beberapa orang menatapku bingung. Aku tidak peduli. Saat ini yang ada dipikiranku hanya Dia, Im Yoon Ah.

“Pemberitahuan untuk para penumpang. Jam keberangkatan menuju Jepang, 5 menit lagi akan lepas landas. Gamsahamnida.” terdengar suara pemberitahuan. Apa? 5 menit lagi?

Aku lemas seketika. Aku terlambat. Yah, Terlambat. Aku duduk di salah satu bangku bandara, menundukan kepala penuh penyesalan. Yoona, maafkan aku atas sifatku selama ini padamu. Yoona…

“Oppa.” aish… Dalam situasi seperti ini, aku masih saja mendengar suara palsunya.

“Lee Donghae.” Oh.. kenapa suaranya tidak hilang dari pikiranku. Ayolah. Jangan membuatku Frustasi.

“Hei, Donghae Oppa.” suara itu lagi. Tapi, kali ini diselingi tepukan pada bahuku.

Perlahan aku dongakkan wajahku dan.. Dia.. Im Yoon Ah. Dia belum pergi. Senyumku mengembang seketika.

“kenapa kau bisa a-” ucapannya terhenti saat aku memeluknya. Sungguh, aku sangat menyesal telah melampiaskannya.

“Yoon. Mianhae. mian.” bisikku dan mempererat pelukanku. Ia tidak membalas pelukanku, mungkin ia masih terkejut.

“aku sadar, selama ini aku salah telah melampiaskanmu, yoon. Aku mohon jangan pergi.” bisikku lirih.

“Oppa.” dapat aku rasakan ia ingin melepaskan pelukanku. Tidak aku biarkan, kembali aku eratkan pelukanku.

“Bisa kau tidak pergi ke Jepang? Bisakah kau terus bersamaku?.” perlahan aku melepas pelukanku. Aku tundukan wajahku tidak berani menatapnya.

“dari mana kau tahu aku ingin ke Jepang?”

“Kyuhyun, ia yang memberi tahuku.” perlahan aku dongakkan wajahnya. Menatap matanya dalam.

Aku lihat, ia mengembangkan senyumnya. Yeoppo. “Mianhae Oppa, aku harus segera pergi.” Perlahan ia melangkah pergi meninggalkanku.

Tidak aku biarkan, aku kejar ia dan memeluknya dari belakang. “Jangan tinggalkan aku.” bisikku tepat ditelinganya. “Mian atas kesalahanku selama ini padamu. Saat kau menjauhiku, aku merasa sangat kehilangan. Ne, Aku sudah terbiasa dengan hadirnya dirimu dikehidupanku, Yoona. Jadi, Aku mohon. Jangan pergi.” aku pererat pelukanku.

“apa kau tidak bercanda Donghae oppa?” ucapnya lalu membalikan tubuhnya kearahku.

“Ne. Kalau aku bercanda, buat apa aku menyusulmu sendiri ke bandara?” bicaraku sedikit manja padanya.

“Saranghaeyo Haeppa. Akhirnya aku bisa mendapatkanmu juga, oppa.” bicaranya bangga lalu memelukku erat.

“Nado saranghae. Kau berhasil mendapatkanku, Yoona. Aku kalah.” ujarku pelan. “Jadi.. Kau tidak akan jadi ke Jepangkan?” lanjutku dan dibalas anggukan olehnya.

Seperti kata orang-orang. Enemy Become Love, dan kata-kata itu akan menjadi gelarku untuk saat ini. Im Yoon Ah, kau berhasil mencuri hatiku. Kali ini, tidak akan kubiarkan kau lepas dariku lagi, My Chagi.

.
.
The End..

Iklan

24 pemikiran pada “[Oneshoot] Enemy Become Love

  1. wahhh.. seneng deh donghae akhirnya jatuh cinta ma yoona, ga sia-sia perjuanngan yoona…]
    ditunggu ff selanjutnya chingu…

  2. Iseng2 nyari ff yoonhae setelah baca yg vas happenin itu disini nemu ini. Hmm aku jg kalo jd haeppa liat tingkah yoong diawal risih ya, abis terkesan terlalu ya gitulah. Tp overall aku suka ff nya^^

  3. Iseng2 cari ff yg yoonhae couple…nemu ff ni…
    Good story,,,Yoong to the point skali…
    like this..

  4. Wah keren eonn, iya kenapa yoona eoonie segitu ngejar2 haeppa tuh kan jadi diacuhin tpi itu semua ga sia2 dan akhirnya haeppa ngerasa bersalah juga^_^
    Dan ffnya so sweet eoon, bikin ff lain lagi nee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s