Mystery In Tragedy (Part 1)

image

Author : viesayoonaddict
Main Cast : Im Yoon Ah
Other Cast : Temukan sendiri
Genre : Mystery, Dll
Tittle : Mystery In Tragedy

Hei hei… para readersku tersayang… mianhae baru comeback -.- untuk yang nunggu sequel EBL dan MLMB tunggu yah.. soalnya  masih bingung mau bikin kelanjutannya..

Untuk menunggu sequel itu.. author bikin cerita berpart-part nih… dan maaf bgt cuma nama Yoona doang yang aku kasih tau di cerita ini.. nmnya jg mystery… tokohnya juga mystery dong…. ^^

Dari pada authornya ceramah mulu… langsung aja ke ceritanya..

DON’T COPASTE AND DON’TBASH…

Happy Reading…

-Sebuah khasus yang sulit untuk dipecahkan. Seperti debu yang tertiup angin dan tidak diketahui keberadaannya. Khasus Pembunuhan yang terjadi di salah satu kota dan tidak ada sedikitpun bukti yang kuat untuk khasus ini. Hanya sebuah kertas dengan tinta merah yang tersisa, bertuliskan ” have different magnetic poles, but repel each other.”. Apa maksud dari kata-kata itu? apa berartikan manusia berbeda jenis tapi saling tolak menolak? Ini masih misteri. Yeah, Mystery In Tragedy.

*******

Tap Tap Tap

Terdengar suara langkah kaki yang begitu nyaring di lorong-lorong gedung. Seorang gadis dengan pakaian serba hitamnya yang membuatnya seperti orang misterius. Dia adalah Im Yoon Ah. Gadis berdarah Korea ini terkenal dengan otaknya yang cerdas. Kecerdasannya mampu melawan beberapa lawannya yang memiliki kekuatan lebih darinya. Sayangnya, lawannya itu selalu mengandalkan Otot bukan Otak. Tentu Otot dan Otak lebih baik Otak.

Cklek..

Dibukanya salah satu pintu ruangan berwarna hitam dan melangkah masuk kedalam ruangan tersebut. Dibukanya Topi bundar berwarna hitam yang ada dikepalanya dan Jubah Hitamnya lalu menaruh sembarang diatas Soffa ruangan tersebut.

Seorang pria yang ada di dalam ruangan tersebut hanya menatap sekilas kearah Yoona lalu menggelengkan kepalanya heran. Kembali pria itu berkutat pada sebuah kertas yang mulai kusam dan kusut itu. Otaknya terus bekerja mencari sebuah jawaban tetapi, nihil. Hasilnya nol besar.

“apa kau yakin tidak ingin aku bantu, um?” ucap Yoona sambil memainkan sebatang rokok.

“cih, aku tidak butuh jasamu Nona.” ujar pria itu -Key- jengkel.

“tidak perlu bayaran juga tidak apa.” bicaranya santai lalu mulai merokok. Kumpulan asappun tercipta dan menyebar ke seluruh ruangan tersebut.

“setuju, aku butuh jasamu.”

“giliran ada yang gratis kau bersemangat.”

“tentu, gratis itu adalah surga dunia.” Key berjalan kearah Yoona dan memberi sebuah kertas kusam dan kusut yang tadi ia pegang. “hanya ini yang aku temukan saat dilokasi penggeledahan. Di sana bersih, sepertinya ia adalah orang yang cerdas. Mungkin lawanmu kali ini akan sulit didapat.” lanjut Key lalu menduduki soffa tepat disebelah Yoona.

Yoona, ia membaca isi dari kertas tersebut. ” have different magnetic poles, but repel each other.” gumamnya dengan rokok yang masih berada dibibirnya. Kerutan didahinyapun tercipta lalu ia tersenyum kecil. “ini seperti seseorang yang berbeda jenis tapi saling bertolakan. Tidak mungkin kasus ini melibatkan kata Cinta, Key.” lanjut Yoona lalu melihat kearah Key yang juga sedang menatapnya.

“um, itulah yang aku pikirkan. Tidak mungkin isi dari kertas itu melibatkan kata Cinta didalamnya. Pasti ada arti kata tersembunyi dari selipan kata-kata itu.”

“kau betul, dan tentu kata-kata itu adalah kunci dibalik sebuah jeruji besi yang menyembunyikan sebuah arti didalamnya.” ujar Yoona yakin. “ini akan sulit jika kita tidak mendapat arti dari kata tersebut.” lanjut Yoona lalu bangkit dari duduknya. Diambilnya jubah dan topi hitamnya lalu memasangkannya pada tubuhnya.

“aku pinjam ini. Aku akan mencari tahu jawaban dari kata-kata misterius ini di apartementku.” ucap Yoona lalu buru-buru ia pergi dari ruang Key.

Pria itu hanya menatap kepergian Yuna dengan tatapan datar. Tidak henti-hentinya pria itu berfikir mencari jawaban dalam tulisan kertas tersebut. “ini gila. Kenapa aku sulit mencari arti dari kata itu. Shit” gumam Key lalu bangkit dari duduknya.

********

Dengan kecepatan penuh Yoona mengendarai mobilnya. Melajukan mobilnya dengan gaya garis berzig-zag. Tatapannya tajam ke depan, memperlihatkan sisi keseriusannya dalam mengendarai mobil.

Sesampainya ia di halaman Apartemen, Yoona langsung saja keluar dari dalam mobilnya. Tidak lupa, kertas kusam yang ia dapat dari Key ia bawa masuk ke dalam Apartemennya, menyembunyikannya di balik jubah hitamnya. Dengan langkah terburu-buru Yoona berjalan menuju gedung apartemennya, tapi langkah kakinya terhenti saat ia lihat seorang pria menghalangi jalannya. Dengan malas, Yoona menatap pria itu sebentar lalu meninggalkan pria itu, berjalan melalui sisi lain.

“Chaji, kenapa kau cuek padaku,um?” rengek pria itu manja. “ayolah. aku ini tampan, kenapa kau tidak sedikitpun melirik kepadaku Chaji?” lanjut pria itu percaya diri.

“aku sibuk, Hyun. Aku tidak bisa.” Yoona memasuki Lift diikuti pria yang bernama Kyuhyun itu dan berdiri tepat disebelah Yuna.

“aku tidak sibuk, kalau begitu, biar aku menemanimu dan kau tetap berkerja. bagaimana?” bicara Kyuhyun semangat lalu memandang Yoona penuh harapan dari samping.

Yoona tidak menanggapi ucapan Kyuhyun. Pandangannya lurus ke arah pintu Lift yang belum terbuka. Kembali sebuah kata misterius mengiang-ngiang diatas kepalanya.

“Detektif Yoona..” terdengar bisikan pada telinga Yoona membuatnya sadar dari alam pemikirannya.

Dengan jengkel Yoona melihat kearah Kyuhyun lalu tersenyum sinis. “kau sangat berisik. Kau bukan typeku. Jadi, jangan ganggu aku.” tepat setelah Yoona menyelesaikan Ucapannya pintu Lift terbuka memberi jalan kebebasan untuk Yoona.

Dengan langkah lebar ditinggalkannya Kyuhyun yang masih berada di dalam Lift. Pria itu hanya tersenyun sinis sementara lalu kembali menyusul langkah Yoona. Berjalan beriringan menuju Apartemen masing-masing. Hanya suasana hening yang mereka ciptakan. Tidak ada diantara mereka yang ingin membuka suara. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

Tidak lama setelah itu Yoona sampai tepat didepan pintu apartemennya. Dimasukannya kode Apartemennya lalu masuk kedalamnya. Baru saja Kyuhyun juga ingin ikut masuk kedalam, suara bantingan pintu yang tertutup sangat terdengar jelas ditelinganya, siapa lagi kalau bukan Yoona yang membanting pintu apartemennya untuk mencegah Kyuhyun masuk ke dalamnya.

“astaga.. yeoja itu benar-benar..” gumam Kyuhyun lalu berjalan kearah pintu sebelah Apartemen Yoona. Apartemen mereka bersebelahan, jadi tidak terlalu sulit bagi Kyuhyun untuk melihat Yoona, Tapi itu bengitu sulit untuk Yoona yang ingin menjauhi Pria itu.

“apa dia mengganggumu lagi?” tanya seorang yeoja sambil memakan cemilan yang ada ditangannya.

“begitulah.” didudukinya soffa ruang tamu tepat disebelah gadis itu.

“bagaimana, apa kau berhasil membujuk Key agar kau bisa mengambil alih khasus itu?” tanya yeoja itu lagi lalu menyalakan televisi.

“dapat, tapi tanpa bayaran, eonni.” ujar Yoona malas.

“Mwo? maksudmu gratis begitu? kau menerima itu? kau kenapa sekarang menjadi yeoja bodoh?” omel Jessica -kakak Yuna-.

“Biarkan saja. Aku yang bekerja kenapa jadi kau yang mengomel tidak terima?”

“Ani.”

********

09:47 p.m

“have different magnetic poles, but repel each other.” gumam Yoona.

Saat ini ia sedang berada di dalam kamar. Dengan lampu meja yang menyala, Yoona sibuk mencerna dari kata-kata itu. Banyak kertas yang telah terbuang olehnya. Tidak henti-hentinya kata-kata itu ia lontarkan dari bibirnya.

“have different magnetic poles, but repel each other.” gumam Yoona -lagi- sambil menggoreskan ujung pulpen pada kertas putih, menggambar sesuatu disana.

“2 buah magnet berbeda kutub tetapi saling bertolakan. apa maksud dari ini?” gumam Yoona lagi.

Digambarnya 2 buah magnet dengan kutub yang berbeda. Lalu ia menggambar 2 buah garis Zig-Zag yang ia letakkan diantara 2 magnet itu. Garis itu berartikan Saling Bertolakannya 2 magnet terdebut.

“have different magnetic poles, but repel each other.have different magnetic poles, but repel each other. have different magnetic poles, but repel each other. Aish.. kenapa kata-kata ini sangat menyusahkanku.” kembali Yoona membuat bola kertas lalu ia buang kesembarang arah.

Dipukul pelan kepalanya menggunakan pulpen yang ia pegang berharap jika terkena pukulan, ia akan mendapatkan jawaban dari kata tersebut. Kembali ia menggoreskan ujung pulpennya pada kertas putih yang memang sudah ia siapkan sejak awal. Tetapi hasil goresannya pada kertas itu sama seperti goresan sebelumnya.

“coba kita artikan. 2 buah magnet yang berbeda kutub, tetapi saling bertolakan.” gumam Yoona. “2 buah magnet berbeda kutub berartikan 1 orang gadis dan 1 orang pria yang berbeda jenis, oke..” dicatatnya kata-kata yang terlontarkan dari bibirnya lalu kembali berpikir. “Saling Bertolakan… Berarti kalau secara arti ini adalah sepasang manusia berbeda jenis yang saling bermusuhan.” kembali ia mencatat kata-kata yang ia lontarkan kedalam bukunya.

‘mungkin arti yang aku sebutkan berbeda dengan arti yang sesungguhnya. Tapi, aku yakin, dari sedikit kesimpulan yang aku dapat ini ada arti yang benar.’ batin Yoona.

Sekarang perhatian yuna beralih pada sebuah kertas kusam yang ia abaikan sedari tadi. Diambilnya kertas itu lalu ia lipat 4 dan ia masukan kedalam jubah miliknya yang tergantung di dinding.

“akan aku lanjutkan besok. Moga besok aku akan mendapat jawaban dari maksud kata misterius itu.” gumam Yoona.

Perlahan ia berjalan kearah Ranjangnya yang sudah terisi oleh kakaknya, Jessica. Dibaringkannya tubuhnya tepat disebelah Jessica yang sudah terlelap lalu menyelimuti tubuhnya. Perlahan ia tutup matanya. Baru sekitar 5 detik menutup mata, matanya kembali terbuka lebar, menatap langit-langit kamarnya yang gelap.

Yoona mengubah posisi tidurnya menjadi duduk. “sepertinya aku tidak akan bisa tidur. Lebih baik melanjutkan pemikiran mencari jawaban dari kata tersebut.” ujarnya lalu berjalan kearah jubahnya yang tergantung dan mengambil sesuatu disana.

Setelah barang yang ia cari ia dapat, Yoona berjalan kearah meja kerjanya dan menduduki bangkunya.

“baiklah.. ini tidak akan sulit, Yoona..” gumamnya meyakinkan diri.

********

Dipagi-pagi buta. Seorang pria masih sibuk dengan Laptopnya. Bunyi ketikan jari pada keyboard laptop tersebut sangat terdengar jelas ditelinga. Lingkaran matanya yang terlihat mulai menghitam menandakan pria itu mulai mengantuk.

“have different magnetic poles, but repel each other.”

Berkali-kali pria itu menulis kata-kata itu dalam tiap halaman laptopnya. Terlihat dari penampilannya yang berantakan. Beberapa gelas kopi terlihat memenuhi sebagian meja kerjanya.

Kring…

Terdengar bunyi panggilan masuk dari handphonenya, dengan cepat diraihnya Handphonenya lalu mengangkatnya tanpa melihat siapa si penelpon.

“Yeoboseyo..” bicara pria itu tegas.

“Key, kau belum tidur? kebetulan sekali.. saat ini kau sedang berada di mana?” tanya si penelpon dengan nada datarnya.

“di kantor.” jawab Key cepat.

Tut..

Tepat saat Key selesai menjawab pertanyaan dari sang penelpon, telpon itu terputus menandakan panggilan dimatikan secara sepihak. Kembali Key berkutat pada laptopnya. Ia menatap serius layar laptopnya.

“3 Orang Wanita ditemukan Tewas Mengenaskan.” gumam Kay saat membaca judul Berita yang baru saja ia dapat.

“Khasus Pembunuhan yang terjadi di kota Tokyo (03/08/13) menyebabkan banyaknya korban meninggal yang ditemukan secara mengenaskan. Di salah satu rumah kawasan ***, ditemukan 3 orang Wanita meningal dengan tubuh yang dimasukkan ke dalam pendingin makanan dengan bagian tubuh yang terpisah-pisah. Menurut Kepala Kepolisian Jendral Shin, Tidak ditemukannya bukti-bukti kuat atas kejadian Khasus pembunuhan ini. ‘Menurut analisa saya, tersangka membunuh korban dengan menggunakan sarung tangan. Penggunaan sarung tangan itupun untuk pelindung dirinya dari segala bukti, agar tidak ada jejak sidik jarinya yang membuat para Polisi tidak bisa menemukan jejaknya.’. Dari data ke polisian Kota Tokyo, Dalam semingu ini telah terjadi 10 khasus pembunuhan yang menyebabkan 21 korban meninggal dunia dalam keadaan mengenaskan. ‘Saya yakin, dalam seminggu ini Tersangkanya itu adalah orang yang sama.’ ujar Jendral Shin. (04/08/13).” Key yang membaca berita itu hanya bisa geleng-geleng kepala heran.

“masih saja ada orang yang sejahat itu didunia ini.” gumamnya.

Cklek..

Terdengar suara pintu ruang kerjanya yang terbuka, menampakan sosok seorang gadis berwajah Angel tapi bersifat Evil memasuki ruang tersebut. Dengan langkah lebar gadis itu menghampiri Key, Tidak lupa sebelum itu ia menutup pintu kerja Key.

“ini benar-benar gila.. tidak biasanya aku harus berfikir selama seharian untuk mencari sebuah jawaban.” didudukinya pinggiran meja kerja Key lalu menatap Key tidak percaya. “hanya karena khasus ini aku tidak bisa tidur semalaman..” keluh Yoona.

” sudah selesai berbicara? oke.. sekarang giliranku..” bicara Key. Digesernya Laptop yang sedari tadi ia gunakan ke arah Yoona. “Baca ini..”

Dengan bingung Yoona menatap Key lalu mengalihkan perhatiannya kearah Laptop. “3 Orang Wanita Tewas Mengenaskan.. Apa.. baru kemarin aku mendapat berita tewasnya 2 Orang pria, sekarang 3 Orang Wanita.. Ini gila..” ujar Yoona terkejut.

Perhatiannya kini beralih pada tiap tulisan isi berita tersebut. Sama dengan ekspresi Key sebelumnya, Yoona menggeleng kepalanya heran. “kasian sekali mereka..” gumam Yoona.

” Sepertinya orang itu bukan orang biasa.. Dia penjahat Profesional. Bayangkan.. dalam seminggu ini pihak kepolisian yang menangani khasus tersebut belum mendapat bukti kuat untuk khasus ini.” bicara Yoona.

“Kau betul, Yoong..” hanya itu kata-kata yang terlontar dari bibir Key.

Suasana Heningpun terjadi diantara mereka. Tidak ada yang mau memulai percakapan. Key kembali sibuk dengan Laptopnya sedangkan yuna dia melamun memikirkan sesuatu.

“bisa kau nanti siang antarkan aku ke beberapa lokasi pembunuhan itu..?” ujar yuna serius.

“Ye?”

********

Dengan terburu-buru, Jessica berjalan keluar dari dalam apartemennya. Kali ini ia akan kesiangan berangkat kerja dikarenakan Yoona kembali membuat ulah. Saat bangun tadi, ia melihat kamarnya berantakan, penuh dengan sampah kertas yang menumpuk di sebagian sisi kamar. “telat aku.. telat..” gumam Jessica khawatir lalu berjalan menuju mobilnya.

“Yoona dimana?”

Secara tiba-tiba Jessica menghentikan langkahnya saat ada seseorang yang menghalangi jalannya. Didongakkannya wajahnya untuk melihat orang yang berbicara dengannya tadi. “Neo..!!” kesal Jessica.

“Yoona dimana?” Tanya pria itu -lagi-. Siapa lagi kalau bukan Kyuhyun.

“aku tidak tau..” balas Jessica sewot. Ditinggalkannya Kyuhyun yang masih berdiam diri di posisi awal.

Dibuka pintu mobil Audinya lalu menyalakan mesin mobilnya. Perlahan mobil itu berjalan mengeluari arena parkir apartemennya. Kyuhyun masih saja bertahan dengan posisinya. Ditatapnya mobil Jessica yang semakin lama makin menjauh dan menghilang saat dibelokan. Senyum sinispun kembali tercipta di bibirnya.

“malang sekali aku ini. Tidak diterima oleh kakak maupun Yoona sendiri..” suaranya terdengar lirih.

Kembali Kyuhyun berjalan meninggalkan arena parkir mobil itu, berjalan ke arah gedung apartemen tersebut lalu memasukinya.

****

Kali ini Yoona dan Key berada di lokasi pertama dimana terjadi pembunuhan brutal tersebut. Lokasinya adalah di dalam Gudang. Bau amis dan busuk masih bisa tercium di dalam Gudang tersebut. Untung saat itu Yoona telah menyiapkan 2 buah masker untuk berjaga-jaga. Ini sebenarnya diluar pemikirannya. Dia kira gudang itu hanya berdebu, bau amis dan busuknya sudah hilang, tapi ternyata dugaannya salah besar. Bau amis dan busuk itu masih tercium sangat menyengat di Gudang tersebut.

“key, apa mayat-mayat pembunuhan di gudang ini belum ditemukan? kenapa gudang ini sangan amis dan busuk baunya?”

“Ada satu mayat yang belum ditemukan. Mereka kira mayat itu dibuang di tempat lain. Sepertinya dugaan mereka salah, mayat itu disini. Disembunyikan di gudang ini. Tapi.. di tempat yang tersembunyi.” bicara Key yakin lalu mengarahkan arah senternya ke segala arah gudang itu.

Semakin mereka melangkah makin terasa bau busuk itu. Key, sedari tadi sibuk mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahnya berharap bau itu akan hilang. Sekarang senter itu berada ditangan Yoona. Mungkin karena rasa penasaran yang tinggi, ia tidak peduli dengan bau busuk yang ada digudang tersebut.

“Arra.. kita lanjutkan besok saja.. Gudang ini luas dan gelap.. Besok kita minta bantuan dengan para polisi.. ini akan sulit jika hanya kita yang mencari..” ujar Yoona dan dibalas anggukan setuju oleh Key.

****

Diperjalanan, tidak ada percakapan diantara Yoona dan Key. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Saat ini mereka akan menuju lokasi pembunuhan ke 2 dimana tempat itu berada di sebuah taman yang dulunya ramai sekarang menjadi sepi. Semenjak terjadinya khasus pembunuhan di taman tersebut, bayak orang yang tidak ingin ke taman tersebut. Mereka takut akan terjadi kembali khasus pembunuhan itu.

Sesampainya disana, mereka langsung berjalan ke arah lokasi pembunuhan. Disana telah dipasangkan Police Line yang menjadi batas tempat pembunuhan. Yoona dan Key berjalan melewati Police Line tersebut dengan cara menundukan badannya. Disana masih ada sedikit bercak darah yang menempel di rerumputan. Yoona dan Key mengedarkan pandangannya mencari-cari bukti disana.

Yoona berjalan ke arah rerumputan tebal yang tidak jauh dari dirinya. Tangannya bergerak membuka lebar tiap sisi rumput. Matanya menatap tajam ke segala sisi, matanya bagaikan mata elang. Sama hanya dengan Key, dia mencari bukti di sisi kiri sedangkan Yoona di sisi kanan.

Kini Yoona melangkah keluar dari garis Police Line. Dengan badan yang masih ia bungkukkan, ia mencari-cari segala bukti di tanah taman. Key yang melihat itu hanya menatap Yoona heran dan mendekati Yoona.

“sedang apa kau disini? Kau telah keluar dari garis Police Line.”

“untuk mencari bukti, Key. Aku yakin penjahat itu tidak sebodoh kau, mengumpatkan sesuatu di lokasi pembunuhan. Pasti ada salah satu barang yang jatuh di sekitar sini..” bicara Yoona tanpa menatap Key. Yoona tetap fokus pada kegiatan awalnya.

Key kembali ke dalam garis Police Line membiarkan Yoona yang sibuk dengan kegiatannya. Kembali Key ke kegiatan awalnya. Tangannya kembali meraba-raba rumput berusaha menemukan bukti sekecil apapun. Kini perhatiannya beralih pada sebuah gambar yang menurutnya sangat aneh. Didekatinya gambar tersebut lalu melihatnya dengan dahi yang ia kerutkan.

“garis zig-zag.. ‘t’ besar..garis sama dengan (=).. lingkaran..setengah tanda +… ‘i’ besar.. apa ini?” bicara Key saat melihat gambar tersebut. “tidak jelas..” lanjut Key lalu meninggalkan gambar tersebut.

Tanpa ia sadari, Gambar yang ia maksud itu adalah sebuah tulisan yang dapat membongkar khasus pembunuhan itu. Tapi dengan bodohnya ia tidak peduli dengan gabar yang ia maksud.

“apa kau sudah menemukan sesuatu yang bisa dijadikan bukti?” bicara Key lalu ikut berjongkok tepat disebelah Yoona.

“Um.. hanya patahan kayu kecil yang berbentuk Love terbelah menjadi 2. dan di setiap patahan tersebut ada ukiran gambar Laki-laki dan perempuan..” ujar Yoona sambil menunjukan benda yang ia temukan. “Aku akan simpan ini.. Mana tau ini adalah bukti kecil yang sangat besar jawabannya..” ujar Yoona lalu bangkit dari posisi jongkoknya dan diikuti Key.

“apa kau sudah mendapatkan sesuatu?” tanya Yoona dan menatap Key dari samping.

“Belum.” Jawab Key santai. “kita kerumahku dulu untuk membersihkan diri. Kau pakai baju adikku saja nanti. Tubuhmu berbau busuk dan amis.. ” lanjut Key sambil mengibas-ngibaskan tangannya tepat didepan wajahnya.

“Arra..” jawab Yoona lalu berjalan mendahului Key.

Dengan senyum yang lebar Key menyusul Yoona dan berjalan beriringan. Tanpa mereka sadari, seseorang melihat mereka dari kejauhan dengan senyum sinisnya yang begitu tajam jika dilihat. “BANG.. Mati kalian..” Ucap orang misterius itu pelan sambil mengacungkan tangannya membentuk sebuah pistol.

To Be Continue..

Eottokkae? Bagus gk? Typo gk? Ini cerita mystery pertamaku loh… maap bgt klu typo.. please… tinggalkan jejak disini… makasih readers.. sampai jumpa di part selanjutnya…

Iklan

6 pemikiran pada “Mystery In Tragedy (Part 1)

  1. Ping balik: Mystery In Tragedy (Part 2) | All About Of Yoona
  2. Ping balik: Mystery In Tragedi (Part 3) | All About Yoona

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s