Mystery In Tragedy (Part 2)

image

Author : viesayoonaddict
Main Cast : Im Yoon Ah
Other Cast : Secret
Rating : PG
Tittle : Mystery In Tragedy
Genre : Mystery, dll
Chapter : Part 1

Annyeong haseyo… ^^ aku comeback bawa kelanjutan ni ff.. ada yg nunggu gk?

Author sedikit kecewa karena respon dari kalian sedikit sekali >.< Author mohon… tglkan jejak… jgn menjadi pembaca gelap…

Don’t Copast and Bash

********

“garis zig-zag.. ‘t’ besar..garis sama dengan (=).. lingkaran..setengah tanda +… ‘i’ besar.. apa ini?” bicara Kay saat melihat gambar tersebut. “tidak jelas..” lanjut Key lalu meninggalkan gambar tersebut.

Tanpa ia sadari, Gambar yang ia maksud itu adalah sebuah tulisan yang dapat membongkar khasus pembunuhan itu. Tapi dengan bodohnya ia tidak peduli dengan gabar yang ia maksud.

“apa kau sudah menemukan sesuatu yang bisa dijadikan bukti?” bicara Key lalu ikut berjongkok tepat disebelah Yoona.

“Um.. hanya pahatanan kayu kecil yang berbentuk Love terbelah menjadi 2. dan di setiap pahatan tersebut ada ukiran gambar Laki-laki dan perempuan..” ujar Yoona sambil menunjukan benda yang ia temukan. “Aku akan simpan ini.. Mana tau ini adalah bukti kecil yang sangat besar jawabannya..” ujar Yoona lalu bangkit dari posisi jongkoknya dan diikuti Key.

“apa kau sudah mendapatkan sesuatu?” tanya Yoona dan menatap Key dari samping.

“Belum.” Jawab Key santai. “kita kerumahku dulu untuk membersihkan diri. Kau pakai baju adikku saja nanti. Tubuhmu berbau busuk dan amis.. ” lanjut Key sambil mengibas-ngibaskan tangannya tepat didepan wajahnya.

“Arra.” jawab Yoona lalu berjalan mendahului Key.

Dengan senyum yang lebar Key menyusul Yoona dan berjalan beriringan. Tanpa mereka sadari, seseorang melihat mereka dari kejauhan dengan senyum sinisnya yang begitu tajam jika dilihat. “BANG.. Mati kalian..” Ucap orang misterius itu pelan sambil mengacungkan tangannya membentuk sebuah pistol.

~ Mystery In Tragedy ~

Dengan laju mobil yang tinggi, Key mengendarai mobilnya. Pandangannya lurus kedepan. Semua mobil yang berada di sekitar Key seketika minggir, membiarkan Key jalan didepan mereka. Seorang gadis yang duduk di samping Key hanya berdiam diri. Sedari tadi gadis itu sibuk memainkan 2 patahan kayu berbentuk love itu. Ia memerhatikan detail tiap sudut Kayu love yang terbelah itu.

“Hey.. Key.. di antara patahan kayu ini sepertinya ada Magnetnya..” Ujar Yoona sambil sesekali menempel dan melepas patahan kayu Love itu.

Key hanya melirik sebentar kearah patahan kayu Love itu lalu kembali fokus pada kemudinya. “nanti dikantorku saja.” ujar Key tegas. Kembali ia menambah kecepatan laju mobilnya membuat tubuhnya dan Yoona sedikit terguncang ke belakang.

“bau ini? apa kau memakai banyak sampoku?” bicara Key sambil mengendus-ngenduskan hidungnya.

“Kenapa? Biar wangi..” bicara Yoona santai. Dialihkannya pandangannya kearah luar jendela mobil menghindari lirikan tajam mata Key.

“Awas saja jika sampoku tingal sedikit. Aku akan minta ganti.” Gumam Key yang masih bisa didengar jelas oleh Yoona.

Yoona hanya bisa tersenyum miring sekilas lalu kembali ke ekspresi datarnya. Ditatapnya lurus jalan kota dengan pandangan Kosong.

‘aku pasti akan menangkapmu.. Penjahat Magnet.’ batin Yoona.

****

Malampun tiba, Jessica, kakak Yoona sedang menonton Televisi. Tidak lupa ia akan selalu menyediakan Snack dan memakannya. Sesekali ia akan tertawa jika melihat adegan luca dan sesekali ia akan bersedih jika melihat adegan mengharukan.

11.00 p.m

Jessica mulai gelisah, jam 11 malam Yoona belum juga pulang. Sesekali ia melihat layar handphonenya menunggu panggilan masuk dari Yoona. Ingin ia menelpon tapi pulsanya tidak ada-.-.

Kringggg…

Terdengar bunyi nyaring alaram handphone Jessica. Ada panggilan masuk dari Yoona. Segera ia angkat telpon itu.

“Yeobeoseyo..” bicara Jessica sedikit gelisah. “kau ada dimana?kenapa belum pulang?” lanjutnya.

“aku hari ini akan bermalam di kantor Key bersama dengannya. Aku harus berkerja. Bye.” ucap Yoona dan dimatikannya telpon secara sepihak.

Jessica hanya memandang layar Handphonenya kesal lalu melempar pelan handphonenya ke meja ruang tamu. Moodnya tiba-tiba menjadi jelek karena ulah adiknya itu.

“aku begitu mencemaskannya, tapi kenapa ia begitu santai.. Dasar..” gumam Jessica kesal.

Dimatikannya TV, mengambil Handphonenya lalu berjalan kearah kamar. Ia kunci pintu kamar lalu berbaring diranjangnya.

Drrtttttt

Jessica merasakan getaran Handphonenya yang berada di bawah bantalnya. Segera ia ambil handphonenya itu . Ada 1 pesan masuk tanpa nama, Juga tanpa nomor.

“Close To Death..” gumam Jessica saat membaca isi pesan itu. Tubuhnya sedikit bergidik ngeri saat membaca pesan itu. “dasar orang iseng.” lanjutnya lalu tertidur tidak peduli dengan isi pesan tadi.

*

Dilain tempat, seseorang hanya menatap layar monitornya dengan senyum jahat. Ia menatap seorang gadis yang sedang tidur membelakanginya. Sesekali jarinya mengelus layar monitor itu yang sedang menampilkan sosok gadis yang sedang tertidur.

“Dasar yeoja babo.” Gumam orang itu sambil cengingiran evil. “Bang.. Mati Kau..” gumamnya lagi.

****

Tap Tap Tap

Langkah kaki Yoona dan Key terdengar jelas di lorong-lorong kantor Key. Beberapa karyawan yang berpapasan dengan mereka memberikan hormat, menundukan sedikit tubuh mereka sedangkan Key dan Yoona tetap fokus berjalan tidak memperdulikan para karyawan.

Cklek..

Dibukanya pintu ruang kerja Key dan kembali menutupnya. Dengan langkah beriringan mereka berjalan kearah meja kerja Key. Yoona yang tiba terlebih dahulu di meja kerja Key langsung menduduki bangku kerja Key, sedangkan Key mengalah dan memilih berdiri tepat disamping Yoona. Dengan terburu-buru Yoona mengeluarkan kertas kusam yang selalu ia bawa itu dan kayu berbentuk Love yang terbelah menjadi 2 itu.

“Apa kau tahu, Yoong. aku akan gila karena khasus ini.” bicara Key frustasi. Yang diajak bicara hanya diam.

Yoona, ia terus memperhatikan patahan kayu berbentuk Love itu dengan seksama. Sekali-kali Kayu itu ia pukul-pukul kemeja kerja Key. Diletakkan patahan Kayu Love bergambar Perempuan itu tepat didepan hidungnya. Yoona hanya bisa mengerutkan dahinya saat mencium bau patahan kayu bergambar perempuan itu. Key yang melihat reaksi Yoona itu hanya menatap Yoona heran.

“ada apa?”

“Kay, Ini.. baunya amis..” ujar Yoona lalu memberi patahan kayu bergambar perempuan itu pada Ke. Dengan gerakan cepat Key mengambil kayu itu lalu menciumnya.

“Kau benar..” ujar Key kaget. Diambilnya patahan kayu bergambar ukiran laki-laki lalu ia cium baunya. “ini tidak berbau.” diserahkannya patahan kayu berukiran laki-laki itu pada Yoona.

“kenapa yang berukir perempuan berbau amis, sedangkan yang laki-laki tidak?” gumam Yoona sambil melihat Patahan kayu itu.

Kali ini ia lebih fokus memperhatikan gambar itu. Sesekali ia kembali mengendus kayu itu. Tidak tau karena apa, Yoona berpikir negative ke arah ukiran laki-laki itu, sedangkan memandang ukiran perempuan dengan bingung. Kali ini pandangan Yoona fokus kearah ukiran laki-laki. Gambar ukiran laki-laki itu sedang tersenyum dengan mata yang ia kedipkan sebelah. Perhatian Yoona beralih pada senyum gambar ukiran laki-laki itu. Terlihat sedikit aneh, dan.. tepat.. senyum gambar ukiran laki-laki itu terlihat seperti senyum jahat.

“Key, coba kau lihat senyum ini..” tunjuk Yoona kearah ukiran laki-laki.

Key menjulurkan lehernya untuk melihat lebih dekat ukiran itu. Dahinya sedikit berkerut. ‘tidak ada yang aneh.’ batin Key lalu melihat kearah Yuna bingung.

Buk..

Yoona menjitak kepala Key cukup keras, seolah-olah Yoona mengetahui apa yang dipikirkan Key. Key mengelus kepalanya yang terasa cukup sakit ditatapnya Yoona dengan wajah Sok imutnya.

“kau lihat ini.. senyumnya terlihat jahat.” ujar Yoona kesal. Key hanya mengangguk kecil, meng-iyakan ucapan Yoona. “menurut anlisaku, Key. Penjahat itu adalah seorang Laki-laki dan mungkin saja target sebenarnya hanyalah seorang perempuan.. Mungkin ia membunuh beberapa orang pria agar para Polisi tidak curiga dengan aksinya itu dan tidak mengetahui target sebenarnya.” ujar Yoona panjang lebar

Kini perhatian Yoona beralih pada kertas kusam yang ia abaikan sedari tadi. Diurut keningnya yang sedikit terasa pusing lalu melirik Key sekilas dan kembali fokus pada kertasnya. Key, ia sedari tadi diam, Pikirannya kembali terarah pada sebuah gambar yang ia lihat di lokasih pembunuhan ke-2 tadi siang. Ingin ia beri tahu kepada Yoona, tapi ia merasa mulutnya seperti dikunci dan susah untuk dibuka.

“ada apa? apa yang ingin kau bicarakan?” ucap Yoona seolah-olah tahu apa yang ada dipikiran Key.

Kini, Yoona duduk menghadap Key yang sedang menopang dagunya diatas meja. Key yang melihat reaksi Yoona padanya langsung menegakkan tubuhnya menatap lurus kedepan.

“tadi.. saat di lokasi pembunuhan ke-2 yang kita datangi, aku melihat sebuah gambar..” Bicara Key. “garis Zig-Zag.. ‘t’ Besar.. sama dengan (=) lalu apa yah.. ”

“bisa kau menggambarkannya..” bicara Yoona lalu memberi bukunya pada Key.

Mulailah Key menggambar gambar yang ia lihat tadi siang. “Garis ber Zig-Zag (ㄹ) lalu ‘t’ (ㅜ) besar dibawah Garis Zig-Zag..”

Yoona yang melihat itu hanya membatu. ‘I-i-tu..’ gugup batinnya.

Kembali ia lihat Key yang mulai menulis Huruf lain di sampingnya. “huruf ‘o’ dengan sama dengan diatasnya (ㅎ)..” lanjut Key.

Kali ini ekspresi Yoona berubah menjadi kaget saat melihat tulisan yang dimaksud Key adalah gambar. Key yang belum menyadari ekspresi Yoona kembali mengingat gambar selanjutnya. “lalu.. gambar sama dengan dan garis lurus yang saling menempel (ㅕ) dan huruf ‘l’ besar (ㄴ).” Lanjut Key.

Yoona yang melihat itu membuang nafas lega. Senyum tipis dibibir tipisnyapun tercipta. Key yang melihat itu hanya menatap Yoona heran.

“apa kau mengetahui arti dari gambar ini?” tanya Key polos.

“tentu.. Ini adalah huruf Hangeul. Tulisan ini berasal dari negara Korea. Bisa kita simpulkan bahwa penjahat itu adalah Orang korea.” ucap Yoona santai.

“lalu apa arti ini?” desak Key.

“itu tidak ada arti.. itu sebuah nama.. Yaitu..”

*

Ditempat lain, seseorang sedang memperhatikan monitornya. Sebuah tepuk tanganpun tercipta olehnya. Ia baru saja mendengar pembicaraan seorang pria dan wanita yang tampak serius ia lihat di layar monitornya. Senyum miring tercipta di bibirnya memperlihatkan senyum yang menakutkan jika orang lain lihat. Orang itu mengambil sebuah gelas yang ada dimejanya lalu meminum isinya.

“sepertinya kau ingat denganku.. Lama tidak berjumpa Im Yoon Ah..” bicara orang itu tajam. “kita lihat.. seberapa cerdas dan hebatnya dirimu..” gumam orang itu lalu membuang asal gelasnya yang sudah kosong. “One.. Two.. Three.. permainan dimulai..”

********

Dibantingnya pintu apartemennya lalu berjalan kearah sofa dengan langkah gontai. Dibukanya topi hitamnya dan memijat pelan kepalanya yang terasa agak pening. Sekarang menunjukkan pukul 8 pagi, dimana kakaknya pasti sudah tidak ada di apartemennya melainkan di tempat kerjanya.

“ini.. minumlah.”

Terdengar suara berat dari arah samping Yoona, dengan malas ia mengambil air minum itu lalu meminumnya habis.

“Gomawo, Kyuhyun” ucap Yoona pelan namun terdengar tegas.

“Yeah, You’re Wellcome..” ujar Kyuhyun diselingi senyum tipisnya.

Yoona kembali mengurut-ngurutkan dahinya, berharap pening dikepalanya akan hilang. Sesekali memukul mukul kepalanya pelan berharap pening itu akan hilang seketika. Beberapa detik kemudian..

“NEOO.. Bagaimana bisa masuk?” ujar Yoona yang baru sadar bahwa Kyuhyun berada di dalam apartemennya.

“apa kau tidak sadar? aku sedari tadi mengikutimu dari tempat parkir.. Saat kau membanting pintumu itu, aku tahan saja pintumu itu dengan kakiku.. Hasilnya sih lumayan lah.. Lumayan sakit.. aku mengikutimu karena kau terlihat pucat, aku khawatir. Apa Key tidak mengantarmu? huh? dasar.. pria macam apa dia. Temannya sendiri tidak diantarkan. Padahal temannya ~~”

“hentikan ucapanmu, Kyuhyun. Aku hanya bertanya 1 kalimat, kenapa jawabanmu 5 kalilipat dari pertanyaanku? Keluar kau..” ujar Yoona memotong ucapan Kyuhyun. Kyuhyun hanya menatap Yoona tanpa berkedip lalu tersenyum tipis.

“biar aku disini sampai noonamu pulang.” didudukinya sofa tepat disebelah Yoona lalu menyalakan televisi.

Dengan kepala yang berapi-api, Yoona menatap Kyuhyun tajam. Tangan kanannya menyelinap masuk ke jubah hitamnya, mengambil sesuatu disana dan..

“kau keluar dari apartemenku atau Nyawamu yang keluar dari ragamu.” ujar Yoona sambil mengarahkan pistol peredam suara ke arah Kyuhyun.

Dengan langkah cepat Kyuhyun meloncati sofa dan keluar dari apartemennya dengan diakhiri bantingan pintu apartemen Yoona.

“Sungguh, kau sangat memusingkan.” ujar Yoona sambil memasuki kembali pistolnya ke dalam jubahnya.

********

“apa hanya segitu kekuatanmu Yoona? Seorang detectif pusing hanya karena masalah sepele seperti itu? huh, memalukan.. Asal kau tau Yoon, diantara banyak bukti yang kau temukan, hanya sedikit yang benar..” gumam orang Misterius itu.

Disebelahnya, seorang pria yang terlihat lebih muda dari pria pertama tadi hanya mengangguk setuju lalu tersenyum jahat.

“lalu, apa rencanamu selanjutnya?” ujar pria yang lebih tua itu.

Pria yang lebih muda itu menundukkan kepalanya lalu kembali mengangkatnya menatap tajam layar monitor yang menampakkan seorang gadis yang sedang beristirahat diruang tamu. Senyum jahatnya sangat terlihat jelas dimata. Sorotan mata tajamnya mampu membuat siapa saja takut dan memilih pergi dari hadapannya.

“Selanjutnya, aku akan……..”

********

Dilain tempat, Jessica alias kakak dari Yoona sibuk dengan berkasnya. Jari-jari mungilnya sibuk mengetik setiap kata ke dalam komputernya.

Kringggg…

Terdengar bunyi telpon di meja kantornya. Diangkatnya telpon itu.

“Yeobeoseyo, ada apa bos menelpon saya?.” ujar Jessica lembut.

“kau keruangan saya sekarang.” ujar seorang pria dengan suara beratnya.

“Arraso bos.” ditutupnya telpon kantornya lalu berjalan kearah ruang kerja bosnya itu.

Cklek.

Denganlangkah perlahan, Jessica berjalan kearah Bosnya itu lalu menundukan sedikit tubuhnya. “ada apa bos memanggil saya?” ujar Jessica. Ditatapnya bosnya dengan tatapan bingung.

“Kau ikut aku ke kota Osaka. Lusa nanti kita berangkat. Masalah tiket, sudah aku pesan.” Ujar Bos itu santai tanpa melihat kearah Jessica.

“MWO…!! eh? maaf bos. Tapi, untuk apa kita kesana bos?”

“Tadi sebelum makan siang, aku di telpon oleh perusahaan di Osaka, Perusahaan Jiangji. Mereka ingin berkerjasama dengan kita. Ini adalah hal yang bagus bukan. Perusahaan itu terkenal di dunia, termasuk perusahaan yang sukses. Kesempatan yang tidak boleh kita lewatkan.” ujar bos bangga.

“tapi, kenapa harus kita yang kesana? seharusnya mereka yang kesini.” ujar Jessica bingung.

“tadi aku yang menawarkan diri untuk ke Osaka, Sekalian untuk berlibur beberapa hari disana.”

“lalu, bagaimana denganku? saat bos berlibur, aku kembali ke tokyo seorang diri?” ujar Jessica tidak percaya.

“tidak, kau boleh berlibur juga. Aku tidak memaksamu untuk kembali ke Tokyo secepatnya, Posisimu di perusahaan ini untuk beberapa hari digantikan oleh Sunny.” ujar Bos dengan tangan yang ia lipat didepan dadanya.

“jinjja? Hwaaaa… Gamsahamnida Sajangmin” ujar Jessica.

“Maksudmu?” tanya bos dengan sebelah alis yang terangkat.

“eh? maaf. itu artinya benarkah? hwaaaa… terimakasih bos.” ujar Jessica bersemangat.

“iya. Sekarang kau bisa keluar, hanya itu saja yang ingin aku beritahu. Bersiap-siap saja untuk lusa nanti.”

“baiklah bos. Saya permisi.” sebelum keluar dari ruang kerja bosnya, tidak lupa ia memberi hormat terlebih dahulu lalu berjalan keluar ruang kerja bosnya.

Diluar ruang kerja bosnya, Jessica berteriak-teriak seperti orang gila. Meloncat-loncat kecil membayangkan liburannya nanti di Osaka bersama bosnya itu. Sunny yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala heran karena ia sudah mengetahui apa yang akan terjadi pada Jessica.

“Sunny.. apa kau tau?” tanya Jessica semangat 45.

“aku sudah tau, Jessica.. betapa beruntungnya kau.” bicara Sunny yang masih fokus pada pekerjaannya.

“jadi kau sudah tau?”

“tentu saja. Aku mengetahuinya tadi.” bicara Sunny. Dialihkannya tatapannya kearah Jessica lalu tersenyum tipis menunjukkan lesung pipitnya.

“maafkan aku karena tidak bisa mengajakmu.” ujar Jessica menyesal.

“no problem..”

.
.
.

Suasana sunyi sangat terasa disebuah apartemen, hanya bunyi detakkan jam sajalah yang terdengar. Seorang gadis hanya sibuk memikirkan kertas kusam, patahan kayu berbentuk love, dan sebuah nama hangeul yang ditemukan oleh Key. Menatap lurus kearah depan dan menatap tajam apa yang didepannya.

Ting Tong…

Terdengar bunyi bel apartemen Yoona yang berbunyi. Dengan langkah malas Yoona bangkit dari duduknya dan membukakan pintu apartemennya. Dilihatnya seorang pria berparas tampan sedang tersenyum miring padanya, dia adalah Key.

Tanpa seizin Yoona, Key melangkahkan kakinya memasuki apartemen Yoona. Didudukinya sofa ruang tamu Yoona sambil melihat benda yang ada di meja hadapannya. “apa kau sudah menemukan apa arti dari semua ini?” tanya Key yang mulai menyentuh kertas kusam tersebut.

“Ani.” jawab Yoona. Diduduki bokongnya tepat dibangku sebelah Key. Ditatapnya Key dari arah samping dengan tatapan tanda tanya.

Key hanya bisa menarik dan membuang nafasnya berat, menandakan betapa berat khasus yang ia kerjakan. Yona fokus terhadap benda-benda yang ia temukan. Kerutan didahi Yoonapun tercipta. Dengan perlahan Yoona mengambil kertas yang dipegang Key lalu menaruhnya di meja paling kiri, menaruh patahan kayu love ditengah dan kertas bertuliskan hangeul di sebelah kanan.

“Key, coba kau lihat ini.. coba kita artikan ini secara bersamaan.. kita mulai dari kertas ini..” ujar Yoona sambil menunjuk kertas kusam. “ini berartikan seorang pria yang menyukai seorang gadis, tetapi gadis itu tidak menyukai pria itu alias menolak pria itu.” sekarang tunjuk Yoona beralih ke patahan kayu. “Maybe, karena pria itu kesal, ia pun membunuh gadis itu, tetapi secara perlahan dan dimulai dari orang lain dan nama pembunuh itu adalah…”

“(루현) Luhyeon…” lanjut Key. Ditatapnya Yoona dengan pandangan kaget. “kau cerdas Yoong.” lanjut Key sambil tersenyum tipis.

“jika aku bodoh, mana mungkin aku menjadi Detektif.” bangga Yoona yang membuat Key hanya bisa mengangguk pasrah.

“bukti ini bisa kita jadikan laporan khasus ini. Ini kita simpan terlebih dahulu dan jangan serahkan ke polisi terlebih dahulu. Bukti ini belum tentu benar. Bisa jadi jebakan.” ujar Yoona tegas dan dibalas anggukan pelan oleh Kay.

TBC….

Eottokkae? Bagus gk? Ngebingungin gk? Jgn lupa tglkan komenrarnya.. jgn jadi pembaca gelap >.

Iklan

6 pemikiran pada “Mystery In Tragedy (Part 2)

  1. My brother recommended I might like this blog. He was entirely right. This post actually made my day. You cann’t imagine just how much time I had spent for this information! Thanks!

  2. Ping balik: Mystery In Tragedi (Part 3) | All About Yoona

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s